h1

Go Writing!

November 26, 2009

~entah kenapa, setiap malem lebaran jadi ga bisa tidur…

Tadi nyempetin diri mampir di Islamic Book Fair yang diadain sama Formasi FIB di PSJ. Hanya 20 menit mungkin, tapi sempet ikut workshopnya bentar.

Lupa nama pengisinya, tapi beliau adalah salah satu petinggi di Gema Insani Press. Workshop-nya itu tentang bagaimana caranya agar tulisan kita bisa masuk ke penerbit dan diterbitkan. Tapi, ’secara’ mila datengnya telat, jadi cuma kebagian pas sesi pertanyaan. But it’s ok, karena pertanyaan peserta bagus2 dan banyak yang pada akhirnya menjawab beberapa hal yang ingin mila tahu juga.

Berikut hal2 yang menurut mila menarik dan bisa digarisbawahi:

1) Menulis itu, sesederhana apapun, harus didasarkan atas niat yang lurus. Jika dikaitkan dengan penerbitan buku, jangan pernah punya ambisi untuk membuat tulisan kita best seller. Karena sebenarnya inti menulis adalah keinginan kita untuk menyampaikan sesuatu, bukan cari uang ataupun popularitas. Ini poin penting, karena biasanya justru mereka yang sukses sejauh ini adalah mereka yang ga terlalu banyak berpikir mengenai kesuksesan tulisan mereka di pasaran, itu membuat tulisan mereka terasa lebih tulus.

2) Lagi, penulis adalah harus orang yang memiliki idealisme. Tulisan tanpa idealisme akan kerasa garing, no feeling. Lihat sekarang, ada sekian banyak buku yang ‘biasa’, dikarenakan mereka tidak memiliki idealisme di dalamnya, cenderung mengikuti selera pasar.

3) Seperti hadist nabi: “Sampaikanlah walau hanya 1 ayat”. Maka bagi mahasiswa yang semestinya punya akses besar untuk menulis -baik itu di media kampus atau bahkan hanya di blog-, menulis jadi penting hukumnya. Kita harus menyuarakan kebenaran sekeeecil apapun.

4) Jangan pernah menunggu tulisan kita bagus. Jika ingin disampaikan, ya ditulis saja., kemudian beranikan diri untuk mengirimnya ke media atau ke penerbit Kalau nanti kurang bagus, ya tinggal direvisi. Tapi percaya dirilah, karena sebenarnya kebenaran itu datangnya dari Allah, jadi kalau memang kita menulis karena-Nya, maka kebenaran yang kita sampaikan adalah ’suara’ dari-Nya.

5) Jangan malu dengan tulisan kita yang sederhana. Beliau bilang, Gema Insani banyak pula menerbitkan tulisan sederhana, namun punya ‘karakter’. Jutru tulisan sederhana itu yang bisa lebih mudah dicerna oleh pembaca.

Hmm, so far, itu yang bisa dibagi malam ini…
Jadi ingin mencoba sedikit serius di bidang ini… (sedikit, ga banyak, hehe)

~Met lebaran untuk semuanya… ^^
~Pengen banget ikutan qurban pake uang sendiri, tapi belum cukup tabungannya. Doakan tahun depan bisa ya…

h1

Ikhlas…

November 23, 2009

“Immensely blessed is He in Whose control is the entire Kingdom, and He has authority over every thing.
He, Who has created death and life that He might test you, as to whose work, is excellent among you. And He
is the Esteemed one the Forgiving.” [Al-Mulk, 1-2]

Allah selalu melihat kita, dan Dia akan menguji diantara kita, siapa yang paling baik amalnya.
Dan Dialah yang memiliki otoritas akan segalanya, memuliakan kita, atau sebaliknya.

Cukup, andai saja kita selalu ingat…
mestinya effort-nya tidak cukup hanya seperti ini..
hiks

Like Chiqa often said, “Be the best, Do the best, and No comment! Good is not enough, it must be excelent…”

Hmm, chiqa chiqa…
good luck for her final at accounting competition…
semoga tak henti menularkan semangatnya…

h1

It comes again…

November 19, 2009

Ya…

feel…

‘free’…

rather than…

‘real’…

~yang ga ngerti, gapapa ya… ^^

Tapi, ini ga bagus.
Harus segera kembali, secepatnya.

h1

Together…

November 16, 2009

~hmm, ga tau nih mau ngomong apa, i’m in unstable condition…

Ya,
seperti yang sering mila tulis sebelum2nya,

hati emang suka berubah2 ya…
buat mila, yang paling ga enak adalah saat lagi ngerasa ‘acak2an’.
Acak2an jadwalnya, acak2an tugasnya, acak2an ibadahnya, acak2an emosinya, dll… fiuh.

Dalam kondisi seperti ini,
rasanya pengen berhenti dari segala rutinitas,
maunya di rumah aja, dan punya waktu untuk menata semuanya kembali…

Tapi mila punya 1 obat untuk itu:
Merasakan keberadaan orang lain yang punya kondisi yang sama, terus bilang: “let’s do it together, guys…”
ga peduli, orangnya ada apa engga…

haha, agak aneh emang…
but it works…
biasanya yang bikin kita stress itu adalah karena kita ngerasa ’sendirian’, merasa bahwa ‘cuma’ kita yang ngerasain hal ini…

Padahal, diantara jutaan manusia, di dunia ini, pasti banyak juga yang tengah merasakan hal yang sama.
yang sama2 berjuang, untuk menang atau untuk gagal.

Dan ngerasain hal itu, bikin mila ngerasa lebih tenang, dan lebih semangat ngejalaninya.
Hmm, ngerasa punya temen, walaupun ‘agak2 virtual’ gitu, hehe.

Yap,
temen2,
yuk, bareng2 ngajalanin semuanya…
together we can!

h1

Yang keciiil dulu….

November 10, 2009
My cousins @shalat jamaah

(dari kiri ke kanan) Oji, Ijul, Zidan... Tiga keponakanku itu... hihi, lucu banget ngeliat mereka solat jamaah kayak gitu... ^^

lihat deh, kaki-kaki mereka…
hihi, bener ga sih bentuk kaki kalau sujud itu kayak gitu?

um, hal kecil.

hmm,
bercermin dari itu,
kita emang suka ngelupain hal2 kecil ya…

ngurusin hal2 ‘gede’, sampe ngelupain hal-hal kecil…

misalnya,
riweh banget sama permasalahan KPK (padahal ga ngerti2 amat),
tapi tetangga sebelah rumah lupa disapa…

misalnya lagi,
riweh banget ngurusin urusan kampus,
tapi di rumah, disuruh orang tua males2an…

misalnya lagi lagi,
riweh banget bikin acara sosial,
tapi ketika ada ibu2 berdiri di bis, enggan memberi tempat duduk…

misalnya lagi lagi lagi,
riweh banget membereskan tugas2 organisasi,
tapi kamar sendiri acak2an…

dan baaaaaaaaanyak lagi…

Teman, yuk beresin hal2 kecil itu terlebih dahulu,
yakin deh,
nanti hal yang besar2 akan senantiasa mengikuti…

~nasihat untuk diri sendiri… :b

~maaf kalo ga terlalu nyambung sama foto diatas, abis lucu aja ngeliatnya…^^