~entah kenapa, setiap malem lebaran jadi ga bisa tidur…
Tadi nyempetin diri mampir di Islamic Book Fair yang diadain sama Formasi FIB di PSJ. Hanya 20 menit mungkin, tapi sempet ikut workshopnya bentar.
Lupa nama pengisinya, tapi beliau adalah salah satu petinggi di Gema Insani Press. Workshop-nya itu tentang bagaimana caranya agar tulisan kita bisa masuk ke penerbit dan diterbitkan. Tapi, ’secara’ mila datengnya telat, jadi cuma kebagian pas sesi pertanyaan. But it’s ok, karena pertanyaan peserta bagus2 dan banyak yang pada akhirnya menjawab beberapa hal yang ingin mila tahu juga.
Berikut hal2 yang menurut mila menarik dan bisa digarisbawahi:
1) Menulis itu, sesederhana apapun, harus didasarkan atas niat yang lurus. Jika dikaitkan dengan penerbitan buku, jangan pernah punya ambisi untuk membuat tulisan kita best seller. Karena sebenarnya inti menulis adalah keinginan kita untuk menyampaikan sesuatu, bukan cari uang ataupun popularitas. Ini poin penting, karena biasanya justru mereka yang sukses sejauh ini adalah mereka yang ga terlalu banyak berpikir mengenai kesuksesan tulisan mereka di pasaran, itu membuat tulisan mereka terasa lebih tulus.
2) Lagi, penulis adalah harus orang yang memiliki idealisme. Tulisan tanpa idealisme akan kerasa garing, no feeling. Lihat sekarang, ada sekian banyak buku yang ‘biasa’, dikarenakan mereka tidak memiliki idealisme di dalamnya, cenderung mengikuti selera pasar.
3) Seperti hadist nabi: “Sampaikanlah walau hanya 1 ayat”. Maka bagi mahasiswa yang semestinya punya akses besar untuk menulis -baik itu di media kampus atau bahkan hanya di blog-, menulis jadi penting hukumnya. Kita harus menyuarakan kebenaran sekeeecil apapun.
4) Jangan pernah menunggu tulisan kita bagus. Jika ingin disampaikan, ya ditulis saja., kemudian beranikan diri untuk mengirimnya ke media atau ke penerbit Kalau nanti kurang bagus, ya tinggal direvisi. Tapi percaya dirilah, karena sebenarnya kebenaran itu datangnya dari Allah, jadi kalau memang kita menulis karena-Nya, maka kebenaran yang kita sampaikan adalah ’suara’ dari-Nya.
5) Jangan malu dengan tulisan kita yang sederhana. Beliau bilang, Gema Insani banyak pula menerbitkan tulisan sederhana, namun punya ‘karakter’. Jutru tulisan sederhana itu yang bisa lebih mudah dicerna oleh pembaca.
Hmm, so far, itu yang bisa dibagi malam ini…
Jadi ingin mencoba sedikit serius di bidang ini… (sedikit, ga banyak, hehe)
~Met lebaran untuk semuanya… ^^
~Pengen banget ikutan qurban pake uang sendiri, tapi belum cukup tabungannya. Doakan tahun depan bisa ya…



