jump to navigation

Pada saat ini… October 28, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
add a comment

~21.13 @Gedung Purna Budaya UGM Jogjakarta, Sarasehan Fsldk Nasional. Sehabis makan angkringan nasi kucing, sayangnya sate ususnya habis.. (haiah, tak penting)

Haha, saya nda tahu mau menulis apa. Banyak, sungguh banyak yang bisa ditulis dari pengalaman seharian ini. Mulai yang terkait acara, terkait jogja, maupun hasil sharing panjang dengan Maya dan Sarah. Mulai dari yang membuat tertawa parah tak jelas sampai yang membuat hati nyesss. Saking banyaknya, kalaupun saya tulis, nanti bisa jadi gado-gado…

Jadi, yasudah. Nikmati dulu saja acara dan jogjanya… :D

Banyak cerita di hari ini… October 26, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
add a comment

~sedang hujan. Oh ya, adakah yang lebih mampu menuansakan cerita dibanding gemerintik hujan?

Omong-omong soal cerita, sepertinya saya jadi sadar kalau hobi saya bertambah satu: mendengar orang lain bercerita -tentang apapun- atau mendengar cerita tentang orang lain. Terlebih jika ceritanya lucu, unik, menarik, dan menggugah.

Hari ini, saya banyak mendengar cerita2 menarik yang mampu membuat mata saya lebih terbuka memandang beberapa hal.
Lebih bijak ketika menilai seseorang, lebih peka pada kebutuhan orang lain, lebih pandai memposisikan diri, lebih bersyukur jika Allah menganugerahi kita kondisi yang lebih baik, dan titik tekan bagi saya: lebih peduli pada hal-hal yang terjadi dan orang2 di sekitar kita.

Saya suka mendengar, sungguh. Bahkan jauuuh lebih suka mendengar dibanding didengarkan.
Hanya saja, selama ini tidak banyak meluangkan waktu untuk bisa banyak mendengar, alih2 menjadi childish dan terkesan tidak peduli.

Baiklah, kepada orang2 yang bersedia berbagi cerita -dan diceritakan- hari ini: Ia yang tengah memulihkan diri dari masa depresi, ia yang -entahlah- bermasalah dengan eksistensi makhluk lain dalam dirinya + judgement kita terhadapnya, dan serangkaian cerita lain.

Semoga Allah senantiasa membersamai, dan akhirnya, semuanya akan menjadi pendewasaan bagi kita semua. Semoga Allah pula memaafkan segala kekeliruan teratas ketidakpahaman kita.

Tarbiyah Dzatiyah… * October 23, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
2 comments

*salah satu bab di buku Pilar-Pilar Asasi, Ust. Rahmat Abdullah (Alm)

Tulisan beliau memang selalu luarbiasa: tajam, dalam, dan tepat sasaran.
Kali ini me-review kembali salah satu buku beliau yang ada di rumah: PIlar-Pilar Asasi.
Dan kembali nyessssss ketika sampai pada bagian akhir bab Tarbiyah Dzatiyah.

Simak paparannya:

Kita adalah satu diantara dua profil berikut. Alkisah, dua pasang belia membangun rumah tangga. lepas walimahan, sang suami pun harus berangkat lagi membina kader-kader dakwah, kerja yang biasa dilakukan sampai larut malam. Malam yang panjang tanpa suami pun menderanya, membungkusnya dalam selimut sunyi lalu melemparnya dalam nyala bara yang menghanguskan keindahan hari-hari madu mereka. Perang pun mulai berkecamuk, zaujati au da’wati? (istriku atau dakwahku?.

Dengan mantap sang da’i merangkum kata menang: “Adindaku, kita bertemu di jalan dakwah. Allah melimpahkan kebahagiaan kepada kita dengan membimbing langkah kita ke dakwah yang diberkahiNya. Haruskah kita meninggalkannya, sesudah kekuatan itu bersatu dan bertambah untuk lebih meningkatkan kontribusi kita bagi dakwah? Jangan kita langgar janji kita kepada-Nya, sehingga keturunan kita kelak akan tercerai berai oleh khianat kita.”

Tahun-tahun dakwah silih berganti. Ketika bayang-bayang kejenuhan dan kepenatan melintas, istri tercintalah yang tak bosan-bosan mengobarkan semangat dakwah dan pantang menyerah. Sampai anak-anak mereka tak punya pikiran untuk menyuruh tamu-tamu menelepon di lain waktu karena ayahnya sedang istirahat. Mereka berlomba membangunkannya. Ia jadi yakin, dakwahlah yang membangunkannya bukan anak-anak yang berkolaborasi dengan tamu dan penelepon yang tak tahu etika itu.

Profil yang satu lagi menghadapi hal yang sama,, “istriku atau dakwah?” Satu jurus saja ia jatuh. Ketika di evaluasi, ia menangis dan bertekad, hujan, guntur dan badai tak boleh lagi menghalanginya dari tugas dakwah. Dan saat ia bertekad untuk melaksanakan tekad dan ikrarnya, tiba-tiba terdengar suara sang mertua. “Mertuaku atau dakwahku?” Sekali lagi ia tersungkur.

Tahun-tahun berbilang, kedua profil ini bertemu , yang satu dengan produk dakwah penuh berkah yang lain dengan kemurungan, dunia yang membelenggu dan urusan keluarga yang tak kunjung selesai.

Singkirkan frame mengenai urusan kerumahtanggaan itu, karena poinnya sama sekali bukan tentang itu.
Inti tulisan ini, semua sebenarnya bermuara pada kualitas tarbiyah dzatiyah dari profil-profil tersebut.
Baiknya, buruknya, lancarnya, buntunya, lapangnya, sesaknya…

Dimana posisi kita?
Ini dia yang membuat nyesssss.

Apapun, poinnya sudah jelas, there’s nothing to say more…

Reorientasi… October 18, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
add a comment

Hidup ini untuk Allah…
Bekerja, belajar, organisasi, berbuat baik, menikah, apapun, semuanya untuk Allah.
Maka berdiri tegak dan mendewasalah.

Afamayyamsyii mukibban ‘alaa wajhihii ahdaa ammayyamsyii sawiyyan ‘alaa shirootol mustaqiim..

. . . October 13, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
3 comments

~20.03, dalam sebuah kamar di lantai 9, dengan lampu2 ibu kota di bawah sana.

Ada banyak sekali yang ingin saya tulis saat ini, mengenai apa yang saya lakukan, pengalaman baru, apa yang saya rasakan, perasaan saya hari ini, ataupun tentang karakter dari seseorang yang baru saya kenal.

Hanya saja, mungkin waktu yang tepat bukan sekarang. Mungkin di suatu waktu di lain hari, ketika apa yang saya rasakan hari ini bisa mengendap menjadi sesuatu yang lebih bijak. Saya mencatatnya dalam memori yang lain. Dan itu cukup.

Haha, lebay deh. Padahal biasa sebiasa biasanya.

Hmm, disini dingin, dan masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini.

Cukup rekam jejaknya… :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.