jump to navigation

It’s not easy to be me… November 18, 2011

Posted by inasakamila in Uncategorized.
trackback

Hmm, lagi2 mulai ‘rusuh2an’ dengan karakter saya yang aneh: dreamy idealist (menurut sebuah personality test), healer (menurut personality test yg lain)… Which is, ini sama2 aja definisinya ternyata…

Termasuk personaliti paling idealist, dreamy, reserved, dan introvert dari jenis personaliti yang ada. Tapi juga yang paling loyal, patient, sensible, dan aware-of-people-feeling.

Ya, tentu dengan itu, saya jadi banyak kelemahannya. Tapi juga banyak kelebihannya.
Allah adil bukan? :b

Seseorang pernah berkata: “Mana yang lebih baik: memaksimalkan kelebihan, atau meningkatkan kelemahan?” dan jawabannya: “dua2 nya”.
Hihi, ngga gitu juga sih. Kita ngga punya tenaga sehebat itu.
Jawabannya: “memaksimalkan kelebihan”. Karena dengan itu, kita bisa jadi ‘sesuatu’ yang optimal.
Dibanding meningkatkan kelemahan, yang bagaimanapun kerasnya berusaha, kemungkinan besar mentok di level tertentu, dan kemungkinan besar juga kita banyak kebalap dengan orang lain yang punya bakat natural disana.

Dan kenapa judulnya: “it’s not easy to be me?”. Karena, dengan karakter dreamy-idealist itu, di tengah ke-simple-an dan ke-phlegmatis-an saya, sebenarnya saya ini cukup kompleks lho (rusuh2an ini termasuk ke-kompleks-an tipe ini, hehe).
Satu2nya cara agar saya bisa merasa puas, optimal, dan bahagia hanyalah dengan dapat melakukan segala sesuatunya dengan benar dan senantiasa mengikuti kata hati. Karena jika tidak begitu, saya akan terus2an merasa reserved dan menyalahkan diri sendiri -dan orang lain, sadar atau tidak-.

Saya harus benar dalam berhubungan dengan tuhan -Allah-, harus benar dalam berhubungan dengan manusia, harus benar mengerjakan segala sesuatunya, harus benar dalam memilih sesuai dengan kata hati, dsb.
Karena ‘seperti hidup dalam fairy-tale’ (yang menjadi salah satu karakter si dreamy-idealist) itu menghendaki kesempurnaan tanpa cacat.

Sekarang, masih luarbiasa banyak cacatnya, jadi kalau ditanya: “have you been happy with your life?” saya tegas akan menjawab: “not yet”.
Karena bagi saya, definisi bahagia itu, yaaaaa sekompleks itu.
Tapi semoga saja Allah tidak melihat saya sebagai hamba yang tidak bersyukur. Segala puji hanya bagi-Nya, pemilik kesempurnaan semesta yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

*ceracau malam2 memang selalu jadi outspoken.. Hmm, tak apalah..

Advertisement

Comments»

1. akhwatfun - November 19, 2011

dan aku yang Social-Realist akan memandang sesuatu tidak seribet itu..
dikau yang ‘katanya test’ maunya ideal semuanya, kalo aye ‘katanya test’ maunya yang realistis aja dah.. yang ada sekarang ga usah ideal2 amat..

haha.. beda kita sebenernya hampir signifikan lho mil.. jauhh..
tapi so far kita cocok2 aja ya,, ngaco bareng.. hehe

2. heningsept - November 19, 2011

mila… aku jg dreamy idealist. menurutku, yg penting jgn terpaku pd kekurangan. justru maksimalkan kelebihan. open mind, lebih terbuka, nerima banyak sudut pandang, dan terus kembangkan diri.

anyway, at some points, people (can) change :)

3. inasakamila - November 20, 2011

@fitri: justru karena beda fit kita cocok, seperti falsafah sepasang sendal: sendah kiri dan kanan tidak pernah sama,… cieh :p

@ka hening: huah, sama kayak ka hening… :D
sepakat ka, at some points, people (can) change… :)
yang penting melakukan yang terbaik aja ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.