Rekap-rekap… February 12, 2012
Posted by inasakamila in Uncategorized.trackback
~oh ya, sebenarnya belakangan ini jadi suka males nulis, tapi untuk beberapa hal ini sepertinya harus ditulis. Supaya, suatu saat nanti, ketika keimanan saya sedang turun, saya bisa merasakan kembali bahwa: Allah selalu punya cara untuk membuat hambaNya-yang-nakal kembali merasakan eksistensiNya.
10/02/12
Ini akan jadi hari biasa, jikalau saya tidak harus pergi ke kampus untuk suatu hal yang ‘mendesak’ (hoho).
Ya, mendesak, selalu seperti itu sepertinya (*senyum miris), tapi kadang saya berpikir, dengan cara ini saya benar-benar bisa merasakan pertolongan Allah di saat terakhir (*mencari pembenaran, hehe).
Sore hari dengan hujan-badai-angin yang dramatis (super lebay). Payung saja tidak bisa melindungi saya dari basah kuyup.
Tetapi sore itu ditutup dengan indah: lengkungan pelangi setengah bulat yang sempurna di langit timur.
Pelangi pertama yang saya lihat, sejak… saya tidak ingat, mungkin belasan tahun yang lalu.
Hmm, jika orang lain menyikapinya dengan biasa, saya tidak. Saya tahu itu cara Allah menunjukkan eksistensiNya. Saya ini anak-nakal, jadi saya sebenarnya tidak berani bilang kalau itu cara Allah untuk berkata: “Wahai hamba-Ku, badai akan jadi indah pada akhirnya, jika sinar matahari itu ada bersamanya” (jieh).
Tetapi, bolehkan kalau saya berharap (*katakanlah berimajinasi) begitu?
11/02/12
Another inspiring day.
Dari pekan lalu, hingga 4 pekan kedepan, saya bakalan kondangan setiap akhir pekan. Ada 8 undangan pernikahan berturut-turut *belum kalau nanti ternyata nambah. Hoho, saya sih seneng-seneng aja. Belum ada rasa2 galau ditinggal banyak orang nikah (haha), karena pada dasarnya intensi kesana memang belum ada banget. Tapi saya tidak naif, kalau jadi mulai mikir, nanti kalau saya nikah gimana ya? gimana pelaminannya, makanannya, souvenirnya, bajunya, make-upnya, tamunya, hijab-antar-tamunya, dll. Ya, biasa lah, saya rasa semuanya juga pasti sudah mulai mikir kesana (iya kan?). Baiklah, stop ngomongin yang ini ya…
Setelah kondangan, saya langsung melaju ke UNJ untuk tes BI tahap 1.
Ikut seleksi BI ini benerrrrr-benerrrrrr bikin saya mikir.
What a life! ini kita hidup buat apa sih? mau jadi pegawai aja ribednya bukan main.
Dimulai dengan iseng (*karena baru daftar 1 jam sebelum waktu registrasi ditutup), akhirnya masuk ke dalam ‘pergulatan’ ini juga.
Tesnya saja sampai 7 tahap.
Tetapi, walaupun ribed, tetep aja dijalanin juga (ckckck).
Setelah lulus kuliah, orientasinya jadi berubah begini. (ya sudahlah…)
Kembali ke tes BI…
Perjalanan ke UNJ juga okeh…
Berhubung akan jadi panjang kalau saya ceritain… tapi pokoknya intinya, ini kali pertama saya naik ojek super ngebut, dan saya ga ngitung berapa kali itu bapak ojek menerobos lampu merah (*hah, padahal biasanya saya paling sebelll kalo liat orang ngga taat aturan di jalan, tapi kalau sendirinya terdesak? hmm, dasar manusia).
Sampai disana telat 15 menitan, ternyata belasan peserta tes masih nunggu di depan ruangan: “ruangannya penuh mba, jadi kita diminta nunggu” (fiuh…). Setelah lumayan waktu menunggu, akhirnya kita dieskalasi menuju ruangan yang lain. Ya, dan tes dimulai.
Tesnya juga dramatis.
Tes potensi akademik: CFIT, Kraepelin, GMIT. Saya ga tau harus ngomong apa untuk tes satu ini. Pokoknya, saya itu super familiar dengan ketiga tes itu *secara teteh saya psikolog. Tetapi saya bisa jamin, somehow, Allah bikin saya ngga pernah punya niatan untuk membuka soal-soal punya teteh sekalipun sebelumnya *meskipun akses buat itu terbuka lebaaar. Jadi saya murni ngerjainnya *meskipun rada2 nyesel gitu, hehe. Dan, yang membuat lebih dramatis adalah: saya membuat bolong besar di tengah-tengah kertas komputernya. Seumur2 ngerjain soal di kertas komputer, saya ngga pernah sekalipun ceroboh seperti ini. Ya, saya pasrah aja deh… *saya senyum2 aja saat itu ngeliat betapa ‘dramatisnya’ hari itu, hihi.
Tes berlanjut pada tes kemampuan umum dan kemampuan khusus. 60 soal yang semuanya tentang ekonomi dan perbankan. Bengong, tersenyum polos. Dan ini beneran: hanya 1 soal yang saya yakin jawabannya bener, itu juga karena soalnya super-gampang-yang-anak-sd-juga-tau.
59 soal yang lain? hehe, diisii dengan senyum yang mengembang, rasanya seperti main tebak-tebakan. Yang lain belum selesai, saya udah selesai duluan.
Haha. Jadinya cuma bisa ketawa. Ketawa penuh makna tapi ini…
Saya ga tau ya, Allah sedang punya rencana apa.
Tapi saya tau pasti rencana Allah pasti yang terbaik.
Kalau ternyata nanti lolos (*walau ini akan jadi ‘super mengejutkan’), Allah pasti sedang merencanakan hal baik lainnya.
Kalau ternyata tidak lolos (*ya, dengan segala ‘kedramatisannya’), Allah pasti juga sedang merencanakan hal baik lainnya: setidaknya memberikan pelajaran pada si-anak-nakal-ini.
Rasanya masih banyak yang ingin diluapkan, tapi nanti tulisan yang random ini akan jadi semakin random.
Yang jelas, kalau ditanya apa hikmah yang saya dapat dari semua ini?
Hmm, saya mendapat saaaangat banyak pelajaran.
Tetapi ada satu hal yang paling berharga yang saya rasakan:
Kesadaran bahwa,
Allah itu selalu membersamai kita. Pada setiap badainya, pada setiap pelanginya.
Allah selalu bisa membuat kita merasakan keberadaannya, dengan caraNya sendiri.
Terakhir,
Kesadaran bahwa,
Allah akan tetap menjadi segala-galanya. Melebihi apapun,
Saya tahu saya nakal, tapi saya ngga pengen Allah menjauh.
Saya pengen Allah tetap dekat, dan sering-sering membuat saya merasakan Ia dekat.
~tulisan-super-random.

mil, menurut fitri ni ya.. ini tu suatu anugerah dan kelebihan yang Allah kasih buat kamu.. di saat orang2 stress, kamu bisa tenang2 aja tapi selalu ada penyelesaiannya.. dan hasilnya alhamdulillah selalu baik2 aja kan? *salut aku sama kamu mil…
Semangat mil!! Allah pasti akan memberimu jalan terbaik yang sangaaaatttt indah..
*pokoke kalo ada apa2 kabar2i aku lho ya..
Hihi… terkait itu, aku juga ga bisa ngomong apa2 deh fit…
Itu anugerah Allah banget banget banget… *jadi inget skripsi, hehe.
*Meskipun tetep ngga boleh jadi pembenaran sih ya harusnya…
Aku mikir, bisa jadi Allah suatu saat jadi ngga pengen nolong lagi karena terlalu seringnya salah, hehe
~btw, makasiiiiiiiiiiiih ya fitri…
you too, pasti Allah juga punya rencana yang indah buat fitri…